WhatsApp Business akan mulai berbayar dengan biaya mulai dari US$0,5 sen hingga US$9 sen atau sekitar Rp6 perak hingga Rp125 perak untuk setiap pesan yang dikirim oleh pengguna WhatsApp Business. Pesan yang dikirim bisa berkaitan dengan transaksi pembelian, seperti struk belanja.

Rencana pengenaan biaya untuk sejumlah layanan bagi para pengguna WhatsApp Business pasca meluncurkan fitur Belanja atau Shopping dan fitur hosting yang membuat pengguna bisa langsung membeli produk dari chat.

WhatsApp Business akan mulai berbayar

WhatsApp Business akan mulai berbayar

WhatsApp Business akan mulai berbayar

Pihak WhatsApp beralasan biaya itu untuk terus menyediakan dan memperluas layanan perpesanan teks dan panggilan suara, serta video yang terenkripsi secara end-to-end untuk lebih dari dua miliar pengguna.

WhatsApp for Business juga akan menambahkan fitur baru yang memungkinkan pembeli untuk melihat produk di dalam chat dalam bentuk katalog produk.

Chief Operating Officer WhatsApp, Matt Idema mengatakan fitur Shopping akan mulai diluncurkan tahun ini, sementara fitur hosting  akan tersedia pada tahun 2021.

Kami juga ingin mempermudah bisnis untuk mengintegrasikan fitur-fitur ini ke dalam solusi perdagangan dan pelanggan mereka yang ada,” ujar Idema.

WhatsApp Business diluncurkan pada 2018 dan Facebook mengklaim bahwa 175 juta orang mengirim pesan ke akun WhatsApp Business setiap hari.

Baca Juga :

Dilansir dari Daily Mail, kebijakan monetisasi ini adalah upaya pertama Facebook untuk menghasilkan pendapatan langsung dari layanan WhatsApp.

Dilansir dari Gadgetsnow, perusahaan merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan rencana monetisasi karena orang-orang menggunakan aplikasi perpesanan untuk terhubung ke bisnis.