<div>Tips & Manfaat dari Social Media Detox</div>

Sumber: studykinase – WordPress.com

Tidak dapat disangkal bahwa media sosial telah menjadi bagian besar dalam kehidupan orang di jaman yang serba digital seperti sekarang ini. Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter telah membantu kita untuk tetap terhubung dengan teman-teman, mengikuti berita terkini, dan menemukan orang-orang yang menginspirasi. Namun kamu mungkin sempat berpikir bahwa menghabiskan waktu berjam-jam untuk scrolling homepage atau melihat aktivitas orang lain di media sosial menimbulkan rasa cemas, lelah, atau tidak puas terhadap diri sendiri. Jika pernah merasakan hal tersebut, kamu mungkin harus melakukan social media detox.  

Jika media sosial telah berdampak negatif pada kesehatan mental, produktivitas, kreativitas, hingga menghambat aktivitas kamu, inilah saatnya untuk melakukan social media detox. Tidak ada yang salahnya untuk menghabiskan waktu di media sosial. Yang penting, kamu harus menggunakannya dengan tujuan dan niat tertentu. Dalam artikel ini, kami akan memberikan kamu tips cara melakukan social media detox yang efektif.

Tips Melakukan Social Media Detox

Social Media Detox

Sumber: Martin Shervington

1. Hapus Sementara Aplikasi Media Sosial di Smartphone Kamu

Tips social media detox yang pertama adalah hapus media sosial dari smartphone kamu sementara. Kamu bisa gunakan smartphone tanpa aplikasi media sosial apapun selama 12 jam. 

Baca Juga:

Ini adalah tahap percobaan,  ingatkan kepada diri kamu bahwa kamu dapat men-download ulang aplikasi tersebut kembali dengan mudah. 

Lihat efek apa yang terjadi pada diri kamu jika tidak menggunakan media sosial selama batas waktu yang telah kamu tentukan. Jika kamu berhasil, kedepannya kamu akan terasa jauh lebih mudah untuk melakukan social media detox.

2. Lakukan Bersama Teman

Memiliki seorang teman untuk menemani kamu melakukan social media detox tentu dapat membuat proses itu lebih mudah. Cari teman yang juga tertarik untuk melakukan social media detox dengan kamu dan diskusikan apa saja aktivitas yang akan kamu lakukan bersama teman kamu itu. 

Bisa dari olahraga, bermain musik, atau aktivitas lainnya yang dapat menjauhkan kamu dari media sosial. Dengan adanya teman yang mendampingi aktivitas, kamu tentu lebih cenderung untuk berinteraksi, dan berbagi banyak hal dengan teman kamu daripada melihat media sosial.

3. Identifikasi Aplikasi yang Sering Kamu Gunakan

Unduh aplikasi yang dapat memberikan informasi mengenai berapa banyak waktu yang kamu habiskan pada suatu aplikasi yang sering kamu gunakan. Jika kamu pengguna iPhone, kamu mungkin sudah terbiasa dengan fitur bawaan Screen Time

Baca Juga:

Daripada melihat penggunaan aplikasi yang berkaitan dengan pekerjaan kamu seperti email,  kamu juga harus melihat daftar aplikasi yang paling sering digunakan dan lihat berapa banyak waktu yang telah kamu habiskan untuk aplikasi tersebut. Setelah menentukan aplikasinya, kamu harus membatasi pemakaiannya atau sementara hapus aplikasi tersebut.

4. Berkomunikasi dengan Teman dan Keluarga

Dalam beberapa hal, orang-orang terdekat kamu mungkin mengenal kamu lebih baik daripada diri kamu sendiri. Minta pendapat orang-orang terdekat kamu mengenai apa yang mereka perhatikan tentang hubungan kamu dengan media sosial. 

Kamu mungkin mendapatkan jawaban bahwa kamu tanpa sadar telah melakukan beberapa kebiasaan buruk, seperti memeriksa smartphone kamu di tengah percakapan atau scrolling beranda ketika sedang makan.

Pendapat yang kamu dapat dengan berkomunikasi dengan orang-orang terdekat bisa kamu jadikan pelajaran dan kamu pasti akan mencari cara untuk mengatasi kebiasaan buruk yang dihasilkan dari media sosial.

5. Batasi Pemakaian Aplikasi 

Jika kamu masih membutuhkan media sosial walaupun itu dapat menghambat produktivitas kamu. Kamu mungkin dapat menggunakan aplikasi yang dapat memblokir akses penggunaan internet dalam waktu tertentu. Dengan ini tentu aktivitas media sosial kamu akan terbatas. Kamu bisa menggunakan aplikasi seperti Freedom.

Manfaat Social Media Detox

Social Media Detox

Sumber: Social Weaver

1. Menjauhkan Diri dari Perbandingan Sosial

Peneliti telah menemukan bahwa kebanyakan orang yang menggunakan media sosial membandingkan diri mereka dengan kehidupan semua orang yang mereka kenal. Hal itu dapat berdampak serius pada harga diri kamu.

Misalnya, jika semua orang yang kamu kenal akan menikah dan memiliki anak tetapi kamu masih lajang, kamu mungkin akan merasa terisolasi dan kesepian. Ini bahkan dapat menyebabkan depresi serius bagi sebagian orang. Melakukan social media detox akan melepaskan kamu dari siklus yang tidak sehat ini.

2. Melindungi Privasi Kamu

Media sosial adalah cara yang paling mudah untuk tetap berinteraksi dengan sesama dan berbagi berbagai macam hal. Tetapi, hal tersebut tentu juga berkaitan dengan privasi kamu. Akhir-akhir ini terjadi kebijakan baru WhatsApp mengenai data pengguna yang bisa dibagikan kepada pihak ketiga yakni Facebook. 

Karena itu, jika kamu tidak ingin Facebook memiliki akses ke nomor telepon, pastikan kamu tidak menginstal kedua aplikasi tersebut di smartphone kamu. Lebih baik lagi jika kamu melakukan social media detox dimana kamu akan menghapus sosial media dan akun kamu untuk memberikan perlindungan privasi untuk diri sendiri.

3. Menjauhkan Diri dari Persaingan

Media sosial menimbulkan rasa kompetitif terhadap orang lain. Ini karena salah satu tujuan utama dari media sosial adalah untuk menarik perhatian orang-orang ke postingan kamu. Setiap reaksi dan komentar adalah ukuran seberapa populer suatu postingan. Hal ini dapat membuat kamu berusaha untuk mengalahkan popularitas orang lain.

Efek media sosial yang dapat menimbulkan sifat kompetitif ini tidak sehat, dan dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Rehat sejenak dari sosial media dan jaga kesehatan mental kamu dengan melakukan social media detox.

4. Terkoneksi di Dunia Nyata

Apakah kamu aktif berinteraksi dengan orang lain secara online, tetapi tidak pernah berinteraksi secara tatap muka? Ini mungkin hal yang biasa bagi introvert, tetapi kita semua masih membutuhkan interaksi dengan orang lain secara langsung.

Sayangnya, orang-orang yang menghabiskan banyak waktu media sosial melaporkan bahwa merasa kesepian dan terisolasi dalam kehidupan nyata. Hal tersebut tentu dapat menimbulkan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kamu dapat meningkatkan mood hanya dengan keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Kamu bisa pergi ke tempat nongkrong favorit kamu yang dapat mengembalikan mood.

5. Mendapatkan Waktu Luang yang Banyak

Apakah kamu merasa tidak pernah punya cukup waktu untuk berolahraga, membaca, atau membersihkan rumah? Melakukan social media detox akan membantu kamu mendapatkan waktu luang yang bisa kamu pakai untuk melakukan aktivitas yang lebih produktif. Berolahraga selama 30 menit per hari saja dapat menawarkan berbagai manfaat kesehatan fisik dan mental yang besar.  


Media sosial memang sudah menjadi bagian besar dari kehidupan kita. Namun terlepas dari manfaat yang kita peroleh darinya, ada juga dampak buruk darinya, terutama jika kita menghabiskan terlalu banyak di media sosial.

Dengan tips dan manfaat dari social media detox yang telah kami sebutkan diatas, tentu hidup kamu akan jauh lebih sehat dari sebelumnya. Belanja merupakan salah satu aktivitas yang dapat menaikkan mood seseorang. Jika kamu sedang ingin membeli sesuatu yang bermanfaat seperti perlengkapan rumah, makanan & minuman, dan perlengkapan olahraga, kamu dapat mendapatkannya dengan harga yang terjangkau hanya di Shopee!

via shopee