Rutinitas kerja merupakan salah satu penyebab bertambah parahnya saraf seseorang belum lagi ditambah dengan stres yang dapat berakibat saraf otak hingga leher megalami pusing hingga pegal-pegal. Kelelahan memang menyebabkan seseorang menjadi kurang fit bahkan tidak bisa beraktivitas secara optimal, pekerjaan tidak dapat selesai tepat waktu dan hasil yang di dapat juga kurang optimal.

Pijat refleksi memang dapat mengatasi hal tersebut, berbagai manfaat yang ditimbulkan salah satunya adalah mengurangi kelelahan Anda secara tuntas. Konsepnya sangat sederhana yaitu merangsang tubuh agar sirkulasi darah lancar. Pijat refleksi ternyata sudah mulai berkembang di dunia teknologi, seseorang tidak perlu lagi jauh-jauh ke tempat terapi refleksi karena sudah diciptakan sebuah alat pijat refleksi yang setara dengan terapi SPA.

Pernahkah Anda mendengar tentang terapi TENS? Jika belum pernah, Anda mungkin tidak tahu untuk apa terapi tersebut. Nah penjelasan singkatnya adalah perangkat terapi penghilang rasa sakit.

Terapi TENS : Meredakan Nyeri Otot Setelah Beraktivitas

Apa Itu Terapi TENS?

TENS adalah singkatan dari Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation. Sebenarnya, ini adalah metode untuk terapi nyeri. Biasanya melibatkan perangkat yang dioperasikan dengan baterai yang mengirimkan arus listrik dengan tegangan yang rendah ke area atau titik pemicu nyeri. Perangkat ini biasanya memiliki beberapa bantalan perekat (gel pad) yang merupakan elektroda, dan ditempatkan pada kulit. Elektroda ini harus ditempatkan pada area atau di dekat saraf yang menyebabkan rasa sakit. Arus listrik pada perangkat TENS akan akan mengaliri sistem saraf pusat sehingga nyeri perlahan berkurang.

Ada banyak alasan untuk rasa sakit, tetapi tidak semua dapat dihilangkan dengan perangkat TENS. Idealnya, perangkat TENS berfungsi untuk mengatasi nyeri pada bagian punggung bagian bawah, bahu, siku, paha, lutut, betis, pergelangan kaki, dan area nyeri lainnya.

Seseorang dapat menggunakan perangkat TENS untuk beberapa hal seperti:

  • Sakit leher/punggung
  • Nyeri haid atau saat menstruasi
  • Nyeri sendi
  • Nyeri pasca operasi

Terapi TENS juga dapat digunakan untuk gangguan seperti cedera saat olahraga atau hanya untuk pemulihan otot. Sambil merangsang dan mengendurkan otot, ini juga mengurangi peradangan, menjadikannya cara yang bagus untuk mengakhiri latihan yang berat.

Baca artikel lainnya

Manfaat Terapi TENS

Ada berbagai manfaat saat menggunakan terapi TENS diantaranya:

  • Teknik pereda nyeri non-invasif
  • Cepat dan mudah untuk digunakan
  • Frekuensi arus listrik dapat di kontrol secara individu
  • Perangkat yang kecil dan portabel
  • Mengurangi penggunaan obat pereda nyeri
Apa Itu Terapi TENS?

Efek Samping Terapi TENS

TENS merupakan terapi yang sangat efektif untuk mengatasi rasa nyeri. Terapi ini juga dapat mencegah kambuhnya nyeri di kemudian hari. Hasil terapi mungkin beragam, tapi tak menutup kemungkinan nyeri dapat hilang secara permanen.

Efek samping dari terapi TENS adalah sensasi rasa pada aera nyeri seperti pijat akupunktur, mengetuk, mengikis dan bekam yang mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Beberapa pasien juga berisiko mengalami alergi atau iritasi terhadap gel lengket yang terdapat pada elektroda.

Efek samping juga bisa timbul bila Anda memasang elektroda dengan keliru. Jangan menempelkan elektroda pada bagian depan leher, sebab hal ini dapat menurunkan tekanan darah dan memicu kejang.

Meskipun efektif, tidak semua orang bisa menjalani terapi TENS. Orang-orang yang tidak boleh menjalani TENS adalah wanita hamil, penderita epilepsi dan penyakit jantung, serta orang yang menggunakan alat pacu jantung atau implan sejenisnya.

Apa Itu Terapi TENS?

Cara Menggunakan Perangkat Terapi TENS

Untuk menggunakan terapi TENS, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Silahkan duduk dengan santai
  • Hubungkan pad elektroda ke perangkat TENS.
  • Tempelkan pad elektroda pada area nyeri (punggung bagian bawah, bahu, siku, paha dll)
  • Pasang baterai pada perangkat TENS.
  • Tekan tombol power ON/OFF untuk menghidupkan perangkat.
  • Pilih mode area pemijatan (punggung bagian bawah, bahu, siku, paha dll.)
  • Pilih metode pemijatan (akupunktur, mengetuk, mengikis dan bekam dll.)
  • Atur level intensitas sesuai keinginan
  • Atur waktu terapi maksimal 15 menit, dengan rekomendasi perawatan 3 kali sehari
  • Berhenti menggunakan perangkat jika Anda mengalami reaksi seperti iritasi kulit, luka bakar, sakit kepala atau sensasi nyeri lainnya.
  • Jika rasa sakit tidak membaik, menjadi kronis dan parah segera konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis.

Pad/bantalan elektroda biasanya dirancang untuk penggunaan berulang dari waktu ke waktu. Bantalan akan bertahan hingga cukup lama, mungkin bisa sampai 5 bulan (berdasarkan penggunaan 1/hari). Ganti unit bantalan jika tidak lagi menempel pada kulit Anda atau jika lebih dari 25% permukaan bantalan tidak menempel dengan kulit Anda.
Untuk perawatan perangkat Anda dapat matikan unit dan lepaskan kabel elektroda dari bantalan. Bersihkan dengan kain yang sedikit dibasahi atau direndam dalam larutan pembersih netral (ringan) dan lap dengan lembut.

Sumber Referensi :
https://www.healthbybeurer.com/post/tens-therapy-what-it-s-all-about
https://hellosehat.com/kebugaran/olahraga-lainnya/terapi-tens-adalah/
https://www.galerimedika.com/files/doc/UM-Omron-HV-F021.pdf

via galerimedika