Investasi, JAKARTA- Pesona bisnis radio yang digeluti PT Mahaka Radio Integra Tbk (IDX: MARI)  terus menyorot perhatian. Di lantai bursa, fluktuasi saham emiten yang terafiliasi dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir itu kerap menjadi buruan investor. 

Daya tarik MARI juga telah menarik perhatian PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia untuk berinvestasi di sana. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, Generali mulai aktif lagi mengelola saham Mahaka Radio sejak Juli. Pada 13 Juli 2021 Generali membeli 10,5 juta saham MARI sehingga mencatat kepemilikan 5,05 persen. 

SejakJuli Generali rupanya terlihat aktif di pasar saham. Sepanjang Agustus-September, perusahaan asuransi itu tercatat aktif melakukan transaksi jual dan beli saham MARI. Pada 13 September 2021 Beli 69,9 juta sehingga saham menjadi 6,48 persen. Sebelumnya pada 10 September 2021, Generali melepas saham MARI sebanyak 125 juta sehingga kepemilikan saham menjadi 5,15 persen. 

Berikut data transaksi Generali Indonesia sepenjang Agustus-September 2021 

Waktu  Transaksi Kepemilikan
13 September 2021 +69.994.2000 6,48 persen
10 September 2021  -125.000.000 5,15 persen
9 September 2021 +26.500.000 7,53 persen
8 September 2021 +35 144.400 7,02 persen
6 September 2021  +9.731.500 6,35 persen
2 September 2021 +10.500.000 6,17 persen
31 Agustus 2021 +19.048.500 5,95 persen
30 Agustus 2021 +12.468.700 5,59 persen
27 Agustus 2021 +1.149.800 5,35 persen
26 Agustus 2021 -40.150.400 5,33 persen
24 Agustus 2021 +4.420.700 6,09 persen

Saat ini harga saham MARI di lantai bursa pada penutupan perdagangan Selasa, 14 September 2021 adalah Rp 530. Sedangkan pada 26 Agustus 2021 saat Generali melepas saham MARI harganya adalah Rp 555 dan Rp 520 pada Jumat 10 September 2021. 

Direktur Utama MARI, Adrian Syarkawie menyebutkan masuknya investor seperti Generali menunjukkan tingginya kepercayaan pasar pada bisnis yang dikembangkan oleh Mahaka Radio, Apalagi saat ini menurut dia, MARI terus melakukan sejumlah inovasi untuk memperluas pasar. 

“Kami sudah belajar bagaimana menyikapi situasi yang terjadi dan bergerak maju dengan mengembangkan sejumlah inovasi digital khususnya dalam bidang radio dan penyiaran,” ujar Adrian dalam konferensi pers awal pekan ini. 

Selain mengembangkan program dan jaringan radio terintegrasi, MARI kata Adrian juga fokus mengembangkan aplikasi Noice. Aplikasi Noice merupakan aplikasi audio konten lokal yang terdiri dari podcast, radio, audiobook dan live streaming. Pengembangan aplikasi ini berdasarkan data dari Nielsen yang menyebutkan bahwa selama pandemi telah terjadi peningkatan pendengar radio melalui streaming hingga 217 persen. 

Saat ini kata Adrian MARI aktif bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk mengembangkan bisnis. Juga dengan melakukan kolaborasi dengan menggandeng sejumlah tokoh seperti Najwa Shihab, Gus Miftah. Perusahaan berharap hingga akhir 2021 ini pengguna Noice sudah di atas 1 juta. 

Adrian juga menyebutkan saat ini perusahaan juga terbantu dengan masuknya venture capital seperti Northstar dalam ekosistem Mahaka Radio. Kolaborasi dengan jaringan Alibaba itu juga dimanfaatkan untuk peningkatan teknologi. 

“Kolaborasi dengan venture capital bukan hanya funding tapi kami mengharapkan ada nilai lebih yang bisa kita punya yang bisa membuat noice menjadi lebih kuat lagi karena fokus kami di konten dan kami mencari partner yang mensupport teknologi,” ujar Adrian. 

Salah satu contoh kerjasama di bidang digital ini kata Adrian adalah adanya dukungan SDM. Saat ini MARI mendapat dukungan dari 18 sampai 20 engineer teknologi yang basenya ada di India sehingga aplikasi Noice menjadi lebih kuat.  MARI optimistis melalui kerjasama  dengan venture capital yang sudah besar akan menambah valuasi perusahaan. 

MARI juga tengah melakukan pengembangan di area baru yang juga menyasar kepada pelanggan secara langsung, yaitu MARI Institute, Anak Radio Store dan Showbeast Live. Masing-masing usaha tersebut bergerak di bidang edukasi praktis, industri retail, serta virtual showcase dan konser. 

“Kami melihat semakin tingginya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap pengembangan industri lokal. Dengan tren positif ini, MARI berharap dapat menyumbangkan kontribusi terbaiknya untuk audiens lokal Indonesia dan akan semakin serius bermain di area konten audio dengan memperkuat substansi hiburan kreatif yang didukung oleh platform digital.”, lanjut Adrian. (Ira Guslina)

via tempias