Investasi, JAKARTA- PT Global Sukses Solusi Tbk (IDX: RUNS) hari ini, Rabu, 8 September 2021 resmi melantai di bursa. Dengan resmi listing di bursa selanjutnya saham RUNS dan empat emiten lainnya mulai di perdagangkan di pasar modal.

“Direksi PT Bursa Efek Indonesia telah menyetujui pencatatan sebanyak 983.557.875 saham PT Global Sukses Solusi Tbk (Perseroan) melalui Surat No. S-06366/BEI.PP1/09-2021 tanggal 3 September 2021,” jelas Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI, Adi Pratomo Aryanto, seperti dikutip, Rabu, 8 September 2021.

Pencatatan saham perdana RUNS bersamaan dengan empat emiten lainnya yaitu Sement Merah Putih (IDX: CMNT), Surya Biru Murni (IDX: SBMA), Kedoya Adyaraya (IDX: RGSK) dan GTS Internasional (IDX: GTSI).

Direktur Utama RUNS, Sony Rachmadi Purnomo mengatakan perusahaan berharap IPO akan menjadi langkah baru bagi perusahaan untuk mengembangkan sayap usaha. Apalagi saat ini, RUNS tengah bersiap menyasar pasar bisnis regionel.

Sekarang kalau ngomong sektor industri sudah banyak dan kami masih sedikit. Dan itu peluangnya masih gede. Maka penggunaan dana IPO untuk penetrasi market baik di tingkat nasional dan regional. Waktu akhir tahun nanti kami sudah mulai aktif lagi untuk ekspansi. Saat ini target terdekat RUNS adalah menyasar pasar ERP di Vietnam yang dinilai memiliki karakter hampir sama dengan Indonesia.

Sony juga menyatakan, saat IPO kali ini, RUNS System juga telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan masuk dalam Daftar Efek Syariah. Keputusan itu tertuang dalam surat ketetapan Komisioner OJK No.49/04/2021.

Perusahaan yang lebih dikenal dengan sebutan RUN System itu menawarkan 196,8 juta lembar saham IPO dengan harga pelaksanaan Rp 254 per lembar. Dengan demikian, melalui IPO ini RUNS akan mendapatkan dana segar Rp 49,98 miliar.

Dalam prospektus IPO mulanya RUNS menetapkan kisaran harga pelaksanaan Rp 230 sampai dengan Rp 254. Artinya, perusahaan menetapkan harga pelaksanaan IPO pada batas atas.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana IPO RUNS ini adalah PT BRI Danareksa Sekuritas (kode broker: OD) dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (kode broker: YP).

Dana yang diperoleh dari hasil IPO nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha. Sekitar 74 persen akan digunakan untuk modal kerja diantaranya untuk pembiayaan proyek baru, biaya overhead dan operasional. Sekitar 11 persen akan digunakan untuk market acquisition and expansion.

via tempias