Investasi, JAKARTA- PT Sarana Mediatama Mteropolitan Tbk (IDX: SAME) mulai merealisasi rencana akuisi RS Grha Kedoya di bawah pengendali PT Kedoya Adyaraya (IDX: RSGK). Berdasarkan data Kustodian Sentra Efek Indonesia (KESI), SAME telah memborong 171,8 juta saham RSGK atau setara 18,49.

Menurut keterangan SAME pada Bursaa Efek Indonesia, sebelumnya perusahaan telah memiliki 4,5 juta saham RSGK atau setara 0,49 persen. Pada Kamis 9 September 2021 dilakukan pembelian sebanyak 167,3 juta saham atau setara 18 persen. Pembelian dilakukan melalui Buana Capital Sekuritas dengan nilai Rp 1.720,-

“Tujuan dari transaksi untuk investassi jangka panjang dengan status kepemilikan saham langsung,” jelas Presiden Direktur SAME, Jusup Halimi seperti dikutip dari keterbukaan informasi pada Selasa, 14 September 2021.

Sebelumnya, emiten yang mengelola RS OMNI Hospital ini telah mengumumkan akan membeli mayoritas saham RSGK atau sekitar 66 persen saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Rencana akuisisi ini diumumkan tak lama setelah RSGK resmi melantai di bursa lewat Initial Public Offering (IPO) pada Rabu, 8 September 2021.

Pemegang saham pengendali RSGK adalah Hungkang Sutedja yang saat ini menjabat komisaris utama. Hungkang menguasai 50 saham RSGK lewat Medikatama yang 100 persen dimilikinya. Setelah IPO, Hungkang memiliki 40 persen saham, diikuti PT Bestama Medikacenter Investama 22 persen, PT United Gramedo 18 persen dan masyarakat sebanyak 20 persen.

Kedoya Adyaraya adalah perusahaan dengan bidang usaha Rumah Sakit Swasta, Praktik Dokter Umum, Praktik Dokter Spesialis, Praktik Dokter Gigi, Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh Paramedis, Perdagangan Eceran Barang Farmasi di Apotek, dan Aktivitas Poliklinik Swasta. Kedoya (RSGK) menjalankan rumah sakit Grha Kedoya dan Grha MM2100 (Grhahospitals Group).

Saat IPO, Kedoya Adyaraya melepas sebanyak 185,94 juta lembar dengan nominal Rp 200. Jumlah saham yang dikeluarkan dari portepel itu setara dengan 20 persen saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Sedangkan harga pelaksanaan IPO adalah Rp 1.720 per lembar.

via tempias