Investasi, Jakarta – Rahmat Fadilah Pohan ditunjuk sebagai direktur utama PT. Bank Sumut periode jabatan 2021-2025. Penetapan jabatan baru bagi Rahmat itu dilakukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan hari ini, Jumat, 10 September 2021. 

Selain pergantian direktur, RUPSLB juga menetapkan pergantian komisaris utama Bank Sumut hingga persetujuan pelaksanaan IPO dengan target pelepasan 30 persen saham.

Lalu bagaimana profil Rahmat Pohan dalam industri keuangan? Dilihat dari laman Linkedin dan laman perusahaan, Rahmat merupakan bankir karir diaspora dari Bank Danamon. Setelahnya dia menjabat sebagai Direktur Operasional Bank Sumut sejak Agustus 2019. 

BACA JUGA: Luncurkan AstraPay, Astra Financial Dukung Ekosistem Keuangan Digital

Karir rahmat dimulai setamat pendidikan dari STIE Nusa Bangsa, Medan pada 1988 dan bergabung di Bank Danamon pada 1990 sebagai staff akuntansi cabanag pembantu Binjai. Karirnya terus mendaki dalam bidang operasional, ekosistem pendukung bisnis perbankan. 

Rahmat mencantumkan posisi sebagai Assistant Vice President di Bank Danamon semenjak 2002. Posisi yang diemban yakni sebagai AVP Regional Operation Manager & Branch Operation Control. Tanggung jawab mengelola cabang di bawah Area Surabaya dengan wilayah kerja Jawa Timur ini diemban selama 2 tahun 3 bulan. Selanjutnya Rahmat berperan sebagai AVP HR Service Division Head. 

Selain mengembangkan sumber daya manusia, Rahmat juga berperan dalam mengelola operasional pada divisi syariah Bank Danamon. 

Jabatan senior vice presiden mulai diemban Rahmat sejak 2010 dengan posisi Payment Center Head (2010-2015), Senior Vice President Payment & Banking Services Head PT Bank Danamon (2016-2018). Jabatan terakhirnya adalah Senior Vice President Head Office Operation Control Head. Dia kemudian bergabung ke Bank Sumut sebagai  

Dengan pengalaman yang kuat pada operasional ini, kini Rahmat akan menjalankan peran penting untuk melakukan transformasi dan penguatan tata kelola Bank Sumut guna memudahkan pelaksanaan initial public offering.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan terpilihnya Rahmat Fadillah Pohan sebagai Dirut setelah melewati seleksi. Rahmat diuji bersama dengan komisaris independen Brata Kesuma. Akan tetapi kemudian diputuskan Direktur Utama diberikan kepada Rahmat setelah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Dirut yang baru tentunya diharapkan dapat memberikan keuntungan dalam menjalankan bisnis perbankan. Agar dapat memberikan PAD daerah. Dirut juga harus mampu membentuk tim yang solid agar menimbulkan kepercayaan di masyarakat” kata Musa dalam keterangan tertulisnya. 

Rahmat sendiri dalam rilis yang sama menjelaskan, fokus utama Bank Sumut nantinya meningkatkan digitalisasi. Langkah yang diharapkan memberi nilai tambah kepercayaan masyarakat dan pemegang saham. 

Sedangkan untuk proses IPO, pihaknya tengah melakukan konsolidasi dengan jasa pendukung yang akan mendampingi Bank Sumut dalam proses IPO.  

Dengan target yang diberikan pemegang saham, Rahmat menyebutkan saham yang akan dilepas sekitar 5 Miliar lembar saham dengan target dana yang dihimpun Rp 1 Triliun. 

Nantinya dana jumbo dari pasar modal itu akan dipergunakan untuk peningkatan permodalan, infrastruktur dan IT PT.Bank Sumut.

via tempias