Investasi, JAKARTA – Andi Fahrurrozi Ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (IDX: GMFI) dalam rapat umum pemegang saham Jumat, 20 Agustus 2021. Andi menggantikan I Wayan Susena. 

GMFI merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk. (IDX: GIAA). Saham Garuda di GMFI per akhir Juli 2021 mencapai 89,1 persen. Sisanya dipegang masyarakat 10 persen, PT Aero Wisata (0,9 persen) dan sisanya tersebar di internal GMFI temasuk ke Andi yang memiliki 67.200 lembar saham. 

Lalu bagaimana kiprah Andi dalam organisasi GMF Aero Asia? 

Dilihat dari laman profil Linkedin-nya, Sabtu, 21 Agustus 2021, Andi telah berkarir hampir 14 tahun di bengkel pesawat ini. 

Dia mulai masuk struktur organisasi GMF Aeroasia sebagai direksi pada Juni 2020 sebagai Direktur Bisnis dan Operasi. Sebelumnya karir Andi adalah sebagai VP Component Services (2017-2020).

BACA JUGA: Ahli Perkara Pailit, Ini Profil Timur Sukirno Komisaris Utama Garuda (IDX: GIAA)

Karir Andi di GMF Aeroasia dimulai pada Januari 2008 sebagai Aircraft Engineer. Jabatan itu dia sandang dari Januari 2008 – Februari 2012.

Latar pendidikan Andi sendiri adalah Aeronautics Engineering dari Institut Teknologi Bandung (1997-2001). Setelahnya dia melanjutkan pendidikan dengan mengambil megister juga ditempat yang sama. Selama di ITB, Andi juga menjadi asisten riset untuk mengembangkan pemrosesan data yang ditangkap radar hingga peta jalan pengembangan Indonesia Air Transportation Systems. 

Selesai melanjutkan pendidikan megister pada 2004, Andi kemudia bergabung ke Gabriel Aerospace Systems sebagai manejer. Gabriel adalah perusahaan yang menyediakan kebutuhan data penerbangan untuk jaminan operasi hingga uji avionik untuk mendapatkan sertifikasi FAA. 

BACA JUGA: Profil Jasmine Kamiasti Karsono, Direktur Kimia Farma (IDX: KAEF) Hasil RUPSLB Agustus 2021

Sementara itu, dilihat dilaman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, GMFI belum menyampaikan kinerja per Juni 2021. Perusahaan baru menyerahkan kinerja keuangan per Maret 2021 pada 31 Juli 2021. 

Dalam paparan kinerjanya itu, GMFI menggalami rugi komprehensif 8,06 juta dolar atau setara Rp 116,87 miliar (kurs Rp 14.500). Kerugian ini menyusut dari periode Maret 2020 sebesar 31,19 juta dolar. 

BACA JUGA: IPO Surya Biru Murni Acetylene (IDX: SBMA), Calon Investor Perhatikan 8 Fakta Penting Ini

Penurunan kerugian ini terjadi di tengah merosotnya pendapatan dari 107,20 juta dolar AS menjadi 62,76 juta dolar AS. Sedangkan saat yang sama, beban bunga yang harus dibayar naik dari 5,63 juta dolar menjadi 6,21 juta dolar. 

Dengan kondisi ini, aset perusahaan susut menjadi 514,14 juta dolar AS dari sebelumnya 520,85 juta dolar AS. 

Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021, saham GMFI bertengger pada level Rp 73 per lembar. Atas kondisi itu, saham GMFI telah longsor 53,21 persen sejak awal tahun. Sementara jika dihitung dari harga IPO level Rp 400 pada 10 Oktober 2017, kinerja harga saham GMFI ini telah longsor -81,75 persen.  

BACA JUGA: Ini Syarat Pencabutan Suspensi Saham Garuda (IDX: GIAA) dari BEI

Struktur Organisasi Manajemen GMF Aeroasia Hasil RUPS Agustus 2021: 

  • Direktur Utama GMFI: Andi Fahrurrozi 
  • Direktur Keuangan GMFI: Edward Okky Avianto 
  • Direktur Human Capital & Corporate Affairs GMFI: Pudjo Sarwoko 
  • Direktur Line Operation GMFI: Jaka Ari Triyoga 
  • Direktur Business & Base Operation GMFI: Ananta Widjadja

via tempias