Investasi, JAKARTA – PT Hutama Karya diperkirakan akan kembali memacu pembangunan tol Trans Sumatera setelah terbitnya aturan penyertaan modal negara (PMN) bertanggal 3 Agustus 2021.

PP penambahan modal ini menjadi payung Kementerian Keuangan melakukan injeksi modal kepada perusahaan infrastruktur yang sedang menggesa pembangunan jalan tol Lintas Sumatera itu.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2021 tentang PMN ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Hutama Karya, pemerintah akan menambah modal Rp 6,2 triliun.

BACA JUGA: IPO September 2021, Ini Profil & Prospek Cemindo Gemilang (IDX: CMNT)

“Penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2021,” tertulis dalam PP yang disahkan juga pada 3 Agustus 2021.

Hutama Karya sendiri direncanakan menerima PMN pada 2021 ini sebesar Rp25 triliun. Suntikan ini direncanakan untuk semester I/2021 sebesar Rp 6 triliun dan paruh kedua ini Rp 19 triliun. Selanjutnya dalam APBN 2022 juga diusulkan kembali untuk menerima PMN Rp 31,35 triliun.

BACA JUGA: Profil Muhammad Fauzan, Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya 2021

PMN pada 2022 sendiri masih akan dibahas lebih lanjut, dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN pada 15 Juli 2021 lalu, total PMN yang dikucurkan untuk BUMN pada 2022 disiapkan Rp 106 triliun.

Meski secara prinsip sudah disetujui, pos ini masih menunggu pembahasan lebih lanjut setelah pembacaraan nota keuangan oleh Presiden Joko Widodo pada pekan depan. Jumlah PMN yang akan diberikan pemerintah nantinya tercantum dalam APBN 2022. 

via tempias