Sumber: Deal Street Asia

Website – Bursa kemungkinan dalam waktu dekat akan dihebohkan dengan IPO terbesar dalam sejarah Indonesia. Rencananya perusahaan rintisan alias startup berskala decacorn Indonesia yakni Gojek akan melebur bersama sebuah startup unicorn yakni Tokopedia menjadi GoTo.

Keduanya kemudian akan membentuk penggabungan entitas baru bernama GoTo yang dieja dalam Bahasa Inggris “go to”. Kemudian entitas ini akan melakukan penawaran perdana saham di bursa dengan skema yang masih dirampungkan.

Sejauh ini rekor IPO terbesar masih dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan pencarian dana jalur go public sebesar Rp 12,24 triliun di tahun 2008. Penggabungan Gojek dan Tokopedia saat ini akan menghasilkan valuasi sebesar US$ 18 miliar atau setara dengan Rp 252 triliun dengan kurs Rp 14000 per US$.

Dikutip dari Bisnis, entitas baru hasil merger Gojek dan Tokopedia akan melakukan dual listing di Jakarta dan Amerika Serikat mengincar dana sebesar Rp 263 triliun totalnya.

Dalam sebuah wawancara bersama CNBC Indonesia dan BEI terungkap bahwa rencana IPO dari GoTo, jika resmi terjadi, akan dilakukan dengan melepas sekitar 10% dari total nilai saham. Dengan demikian IPO dari GoTo diperkirakan mencapai Rp 25,2 triliun atau lebih, memecahkan rekor sebelumnya.

Hasil merger GoTo bahkan diperkirakan oleh Bloomberg akan menghasilkan potensi bisnis berkapitalisasi pasar senilai US$ 35 miliar hingga US$ 40 miliar atau sekitar Rp 490 triliun – Rp 560 triliun.

Sepertinya tak berlebihan karena Potensi GoTo yang raksasa ini didasari oleh kemungkinan perpaduan bisnis keduanya yang diduga akan bersinergi satu sama lain.

Kelak Tokopedia akan memiliki akses logistik Gojek untuk pengiriman instan atau same-day delivery dengan pembayaran melalui GoPay. Mitra UMKM di Tokopedia juga akan mendapat akses lebih luas dengan kerjasama ini dalam hal kredit yang disediakan Bank Jago yang didukung Gojek.

Saat ini Gojek bermitra dengan sekitar 2 juta pengemudi dan 900.000 pedagang UKM dan sudah berkembang ke tiga negara lainnya di Asia Tenggara yakni Singapura, Thailand, dan Vietnam. Di sisi lain Tokopedia saat ini memiliki sekitar 9,9 juta pedagang di pasarnya.

Penggabungan keduanya akan memperbesar ranah operasi Tokopedia tak hanya di Indonesia tapi juga di Singapura, Thailand, dan Vietnam, negara-negara tempat Gojek telah lebih dahulu berpijak.

Jutaan pelanggan, pedagang dan mitra pengemudi tentu akan berkembang menjadi lebih besar lagi dari sisi volume setelah GoTo, perusahaan baru hasil merger Gojek dan Tokopedia, diresmikan.

Ke depannya GoTo rencananya akan dipimpin oleh empat eksekutif dari masing-masing perusahaan yakni Andre Soelistyo, Kevin Aluwi, William Tanuwijaya, dan Patrick Cao.

Sampai artikel ini diterbitkan, Bursa Efek Indonesia belum menerima permintaan proses penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dari Gojek atau Tokopedia. Skema IPO yang hendak diajukan pun belum ada kejelasan, baik Gojek dan Tokopedia masih belum mau mengumumkannya.

Tentang merger pun masih belum diwartakan secara resmi namun rumor menyebutkan bahwa Tokopedia dan Gojek telah menandatangani perjanjian merger kedua perusahaan di awal Maret 2021 dalam internal Townhall meeting mereka. Manajemen Gojek yang diwakili oleh Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita tidak membantah ataupun mengonfirmasi rumor ini.

Kejelasan merger, meski belum resmi diumumkan, namun seperti sudah diwartakan secara halus melalui kampanye “Dekatkan yang jauh, Kirim yang Bermakna” di bulan Ramadhan tahun ini.

Iklan yang tayang dengan durasi satu menit itu menampilkan ikon Tokopedia yang membonceng mitra pengemudi Gojek. Ditutup dengan mitra driver Gojek dan ikon Tokopedia berjalan bersama ke arah kamera. Hal ini seolah memberikan sinyal kolaborasi keduanya.

Mengutip Bloomberg, Gojek disebut-sebut akan menguasai 58% hingga 60% saham GoTo sedangkan Tokopedia akan memegang sisanya. Dengan begitu ketika merger rampung maka posisi OVO akan tergantikan oleh GoPay sebagai mitra pembayaran Tokopedia.

Masayoshi Son selaku CEO dari SoftBank yang menjadi pemegang saham tersbesar Tokopedia dilaporkan telah memberi restu atas merger Tokopedia dan Gojek.

Urgensi IPO dari Gojek

Selama ini perusahaan rintisan memang terkenal gemar bakar uang, itu adalah istilah untuk promosi. Strategi bakar uang memang dilakukan secara jor-joran untuk menguasai pangsa pasar dalam waktu singkat dan mendisrupsi industri yang sudah ada sebelumnya. Oleh karenanya Gojek diketahui belum menghasilkan laba.

Pandemi juga telah memberikan tekanan tambahan pada perusahaan teknologi ini. Oleh karenanya go public di bursa menjadi opsi untuk mencapai keuntungan terutama bagi investor. Karena secara finansial belum begitu baik, kemudian Gojek mencari sekutu untuk memperbesar minat para pelaku pasar sebelum go public.

Sebelumnya telah berembus kabar Gojek akan merger dengan Grab, sesama platform ride-hailing terfavorit di Indonesia. Penggabungan ini ditentang langsung oleh KPPU mengacu pada pasal 28 UU No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Disebutkan bahwa pelaku usaha dilarang melakukan penggabungan atau peleburan badan usaha yang dapat mengakibatkan praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.Oleh karena itu Gojek mencari sekutu lainnya yang tidak bertentangan dengan UU No.5 Pasal 28 tersebut dan Tokopedia adalah sekutu terbaik sejauh ini. 

Masana Takahashi dari Jidobox selaku penasihat akuntansi dan keuangan perusahaan memberikan pandangannya. Beliau mengungkap analisisnya bahwa Gojek memang dalam keadaan terdesak untuk segera menghasilkan keuntungan.

Jatuh tempo dana yang diperoleh dari investor VC biasanya tujuh sampai sepuluh tahun. Sebagai informasi Gojek menerima suntikan modal paling awal di tahun 2014 di putaran Seri A sebesar US$ 2 juta. Investor mereka akan segera exit antara tahun 2021-2024. Oleh karenanya IPO-nya Gojek dan sekutunya diprediksi akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Apakah kamu juga tertarik dengan IPO GoTo? Kamu bisa ikut pemesanan saham GoTo di Ajaib dengan cara mudah setelah proses IPO dimulai. Pantau terus beritanya ya, kita nantikan bersama.

via ajaib