EMPAT wanita tenaga honorer diduga telah dicabuli oleh seorang Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) berinisial AT. Para korban disebut mengalami trauma psikis hingga tak mau masuk kerja.

“Korban mengalami trauma psikis,” kata pendamping hukum korban, Arni Yonathan, , Selasa (20/4/2021).

Menurut Arni, Kadis AT melancarkan aksinya kepada korban pertama pada April 2020. Aksi kedua dan ketiga terjadi pada Oktober dan November 2020.

Kemudian, aksi yang terakhir dilakukan pada Maret 2021. Korban yang terakhir disebut bahkan tak mau lagi masuk bekerja.

“Korban yang terakhir yang kejadian kemarin, bulan Maret itu mereka nggak mau masuk kantor lagi, nggak mau ketemu lagi dengan Pak Kadisnya. Beban psikis,” jelas Arni seperti dilansir detik.com.

Arni mengungkapkan, wanita honorer korban yang diduga dicabuli AT beragam, dari gadis, wanita bersuami, hingga janda. “Ada 1 orang korban sudah berkeluarga, 1 gadis, 2 status cerai hidup (totalnya 4 korban),” katanya.

Sementara itu, korban yang pertama hingga korban yang terakhir awalnya tidak saling mengetahui jika mereka telah sama-sama menjadi korban. Kasus ini lalu terungkap usai korban terakhir bercerita ke sesama rekan tenaga honorer hingga kasus ini akhirnya terungkap.

“Akhirnya mereka (korban) bertemu dan ternyata ya itu, mereka yang lain itu juga pernah mengalami,” jelas Arni.

Pencabulan oleh AT yang menjabat sebagai Kadishub di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, disebut terjadi dengan modus meminta korban menghadap ke ruangan sang kadis. Dugaan perbuatan tak senonoh itu pun bahkan diklaim berulang.

Arni Yonathan, yang juga menjabat Sekretaris 1 DPD BAIN HAM RI Parepare, membawahkan bidang departemen wanita (perlindungan perempuan dan anak) dan korban itu melaporkan Kadishub Barru ke Polres Barru, Senin (19/4/2021).

Laporan itu kemudian diterima oleh polisi dengan nomor surat tanda terima laporan polisi: STTLP/91/IV/2021/SPKT/Polres Barru/Polda Sulsel. “(Laporan polisi) resminya kemarin,” katanya. (red)

via jabarpublisher