Investasi, JAKARTA – PT Global Sukses Solusi Tbk mengumumkan akan melakukan pencatatan saham perdana (IPO) pada September 2021 mendatang. Tanggal RUNS IPO direncanakan pada 8 September 2021, namun masih menunggu pernyataan efektif dari OJK sehingga dapat saja mundur. 

RUNS adalah perusahaan perangkat lunak dengan RUN System. Dalam prospektusnya, bidang usaha RUNS adalah perusahaan yang bergerak di bidang informasi dan komunikasi serta perdagangan besar dan eceran piranti lunak, komputer dan perlengkapannya

Rencananya perusahaan akan melepas maksimal 196 juta lembar saham atau setara 20,01 persen dari jumlah modal disetor dan ditempatkan perusahaan. 

BACA JUGA: IPO Global Sukses Solusi (IDX: RUNS), Begini Prospek dan Bidang Usaha

Berdasarkan prospektus IPO yang dipublikasikan Kamis, 19 Agustus 2021, saham yang ditawarkan pada kisaran harga Rp 230 sampai dengan Rp 254. Dengan begitu perusahaan berpotensi mendapat dana segar Rp 49,9 miliar. Selain menerbitkan saham baru untuk dilepas ke publik, RUN System juga mengalokasikan saham banyaknya 1.9 juta lembar saham lewat Program ESA. Dana yang diperoleh dari hasil IPO nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha. Sekitar 74 persen akan digunakan untuk modal kerja diantaranya untuk pembiayaan proyek baru, biaya overhead dan operasional. Sekitar 11 persen akan digunakan untuk market acquisition and expansion.

Dalam paparan perusahaan itu disebutkan setelah IPO dan ESA terselenggara, pemegang saham RUNS terdiri dari Sony Rachmadi Purnomo (29,03 persen), Tan Kian Gee (27,83 persen), Dwie Kristianto, Suhartono, Muhammad Aqfian Muntaha A yang masing-masing memiliki 1,27 persen. 

Selanjutnya terdapat PT Metra-Net (8,67 persen), PT Metra Digital Investama (2,87 persen), KB-MDI Centauri Master Fund Pte. Ltd. (7,78 persen) masyarakat (19,81 persen) dan ESA (0,2 persen). 

BACA JUGA: Profil Hungkang Sutedja, Putra Konglomerat The Ning King di Balik IPO RSGK (Kedoya Adyaraya)

Untuk diketahui, Metra-Net adalah anak usaha dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. atau Telkom (72,09 persen), PT Multimedia Nusantara (27,90 persen), dan Metra Digital Investama (0,001 persen). 

Sementara Metra Digital Investama dikendalikan oleh PT Multimedia Nusantara (99,99 persen). Untuk KB-MDI, ini merupakan perusahaan cangkang berpusat di Singapura yang dibentuk MDI GP 2 dengan KB Investment. Keduanya masing-masing memiliki 50 persen bagian dari saham di RUNS. 

Prospektus yang sama perusahaan menyebutkan kondisi kepemilikan saham tidak ada yang dominan, maka pengendali Perseroan berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka adalah Sony Rachmadi Purnomo selaku pihak yang mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, pengelolaan dan/atau kebijakan Perseroan. 

Lalu bagaimana perjalanan karir Sony? Dilihat dari laman Linkedin-nya, Sonny memulai karirnya sambil kuliah dengan menjadi konsultan untuk Detro Consulting (2000-2002). Setelahnya dia bergabung sebagai konsultan eksternal pada Swisscontact. 

BACA JUGA: IPO Hasnur Shipping (HAIS), Ini Profil Jayanti Sari & Zainal Hadi Pemegang Saham Pengendali

Karir profesional ini dilakoni sambil mengelola PT Jogja Global Media yang mendapatkan project dari Swisscontact. 

Sony kemudian bertualang ke Riau dengan menjadi staff IT (2004-2007) pada PT Pulau Sambu Guntung. Produsen olahan kelapa dari Riau.

Setelahnya dia kembali ke Yogyakarta dengan bergabung ke Faiz Coco. Profesi yang dijalankan hingga 2011. Alumni D3 UGM itu kemudian bergabung pada PT K-Ne Global Persada sebagai General Manager. 

Berganti-ganti pengalaman sebagai karyawan, pada 2013 Sony kembali menjalankan perusahaan sendiri yakni Run System. Perusahaan tempat dirinya menjadi Presiden Direktur hingga saat ini. 

  • Komisaris Utama RUNS: Mantan Wakil Menteri BUMN Wahyu Hidayat
  • Komisaris: Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah
  • Komisaris : Managing Partner MDI Pte. Ltd Kenneth Li
  • Komisaris Independen : Mantan Anggota Komite Tata Kelola Terintegerasi Grup OCBC Kurnia Irwansyah
  • Komisaris Independen: Motivator Tung Desem Waringin

via tempias