Website – Kebanyakan orang berinvestasi reksa dana secara konvensional saja. Misalnya, membeli unit penyertaan setiap bulan secara rutin. Ada juga yang memilih untuk memborong reksa dana yang diminati ketika memperoleh rezeki nomplok seperti bonus perusahaan atau THR.

Setelah membeli reksa dana, mereka hanya duduk-duduk menunggu NAB meningkat dari waktu ke waktu tanpa melakukan apa-apa lagi. Padahal, ada strategi reinvestasi yang dapat mengoptimalkan keuntungan reksa dana kamu.

Apa Itu Reinvestasi?

Reinvestasi adalah praktik menarik laba investasi yang diperoleh, kemudian menanamkannya lagi ke dalam aset investasi yang sama atau aset investasi yang lain. Strategi reinvestasi lebih populer dalam bisnis riil dan investasi saham, tetapi sebenarnya juga dapat diterapkan dalam reksa dana.

Contohnya seorang investor memiliki saham TLKM sebanyak 400 lot. Pada pembagian dividen tahun 2021, ia menerima jatah dividen tunai sebesar Rp6.720.000. Sang investor lantas menghadapi dua pilihan:

  1. Menarik dana Rp6.720.000 untuk belanja, berwisata, atau kebutuhan konsumtif lainnya. Konsekuensinya, nilai barang atau jasa yang dibeli itu kelak akan terus menurun.
  2. Membiarkan dana Rp6.720.000 tetap dalam RDN. Dana itu kemudian dapat dibelikan saham TLKM atau saham lain yang memiliki potensi peningkatan nilai lebih tinggi lagi di masa depan.

Seseorang yang mempraktikkan reinvestasi akan memilih opsi kedua. Dengan reinvestasi saham, ia akan memperoleh tiga manfaat sekaligus:

  1. Meningkatkan jumlah aset dalam portofolionya.
  2. Menjamin pertumbuhan portofolio dalam jangka panjang.
  3. Menyediakan dana ekstra untuk modal cadangan yang dapat dimanfaatkan untuk average down atau keperluan lain.

Pertanyaan berikutnya: bagaimana cara melakukan reinvestasi keuntungan reksa dana, padahal reksa dana biasanya tidak memberikan dividen secara tunai?

Hal ini akan dibahas dalam bagian berikutnya.

Strategi Reinvestasi Keuntungan Reksa Dana

Semua keuntungan investasi reksa dana lazimnya masuk dalam perhitungan NAB (Nilai Aktiva Bersih), termasuk dividen saham, kupon obligasi, dan bunga deposito.

Dengan demikian, mayoritas investor reksa dana tidak akan menerima dividen secara tunai. Untungnya, reinvestasi keuntungan reksa dana tetap dapat dilakukan.

Berikut ini tiga (3) pilihan cara reinvestasi keuntungkan reksa dana yang dapat kamu praktikkan dengan mudah dan hemat:

  • Mencairkan reksa dana yang dimiliki, kemudian menggunakan hasil pencairannya untuk membeli reksa dana lain yang lebih potensial.

Contohnya kamu punya produk reksa dana BNI Dana Likuid, tetapi kamu menilai potensi keuntungan dalam reksa dana ini sudah optimal dan ada produk reksa dana lain yang lebih menggiurkan. Kemudian kamu mencairkan semua saldomu dalam BNI Dana Likuid.

Setelah dana masuk ke rekening bankmu, kamu segera menggunakannya untuk membeli produk reksa dana yang diminati.

Ketika seorang investor reksa dana ingin menarik keuntungan, ia harus terlebih dahulu mencairkan sebagian atau keseluruhan unit penyertaan yang dimiliki.

Hal ini sedikit memperumit teknis reinvestasi, karena setiap pencairan reksa dana akan mengurangi jumlah unit penyertaan yang dimiliki. Kita juga perlu memperhitungkan biaya transaksi pembelian (subscription) dan penjualan (redemption) yang kadang-kadang tidak murah.

Untungnya, aplikasi Ajaib menggratiskan biaya-biaya ini.

  • Switching ke jenis reksa dana berbeda yang lebih prospektif.

Switching adalah pengalihan saldo secara otomatis dari satu produk reksa dana ke produk reksa dana lainnya. Biasanya dapat dilaksanakan antar produk reksa dana yang dikelola oleh satu manajer investasi yang sama.

Mari ambil contoh misalnya kamu memiliki Cipta Bond, salah satu reksa dana pendapatan tetap yang memberikan keuntungan stabil selama masa krisis. NAB reksa dana itu terus meningkat, tetapi kemudian mulai melambat setelah krisis berlalu.

Pasca krisis, prospek pertumbuah reksa dana saham menjadi lebih unggul. Pada saat itu, kamu kemudian mengalihkan semua unit penyertaanmu dalam Cipta Bond ke produk reksa dana Cipta Saham Unggulan yang berada di bawah pengelolaan manajer investasi yang sama (Ciptadana Asset Management).

Praktik switching seperti ini biasanya gratis (biaya Rp0).

  • Berinvestasi pada reksa dana yang memberikan dividen tunai.

Reksa dana umumnya tidak memberikan dividen, tetapi beberapa produk reksa dana tertentu menawarkan dividen tunai. Beberapa contohnya adalah Reksa Dana Eastspring Investments Yield Discovery dan Manulife Pendapatan Bulanan II.

Apabila kinerja bagus, manajer investasi dapat mengambil kebijakan untuk mentransfer dividen tunai ke rekening investor setiap periode tertentu. Dividen inilah yang selanjutnya dapat kamu reinvestasi-kan.

Strategi reinvestasi akan mendukung pencapaian target jangka panjang kamu. Semakin banyak dana yang direinvestasikan, maka makin besar pula modal pokok investasi kamu dan makin bertambah lah potensi pertumbuhan kinerja portofolio.

Kekurangannya, reinvestasi keuntungan reksa dana menuntut disiplin diri. Kita sering kali tergoda menarik keuntungan investasi atas nama “self-reward“, atau ingin memakai hasil keuntungan investasi untuk membeli gadget terbaru. Nah, hal-hal konsumtif semacam ini perlu dihindari.

Reinvestasi membutuhkan niat dan kesungguhan diri kita sendiri untuk tidak mengutak-atik keuntungan investasi reksa dana saat ini demi imbal hasil yang lebih melimpah ruah dalam jangka panjang.

Selain itu, kita juga perlu tekun mengevaluasi kinerja reksa dana dalam portofolio secara berkala.

via ajaib