Dengan raksasa telekomunikasi China, Huawei yang memulai pivot dari perangkat keras ke perangkat lunak dan layanan cloud. Pendirinya menyerukan kepada perusahaan untuk berani memimpin dunia dalam pengembangan perangkat lunak dan mengecualikan AS dari seluruh dunia.

Ren Zhengfei selaku pendiri Huawei telah mendesak karyawan perusahaan untuk fokus pada perangkat lunak agar menjadi lebih mandiri. Huawei sedah berjuang karena sanksi AS yang dipasang oleh administrasi Trump dan perpanjangan administrasi Biden. Sanksi perdagangan yang dikenakan pada pabrikan China oleh pemerintah Trump telah memaksa orang-orang seperti Huawei untuk memikirkan kembali strategi bisnis mereka dari dalam ke luar.

Zhengfei mengatakan Huawei harus menggunakan perangkat lunak tidak hanya untuk memperkuat posisinya di dalam negeri, tetapi juga untuk memperluas wilayahnya secara efektif untuk mengusir AS. “Begitu kami mendominasi Eropa, Asia Pasifik, dan Afrika. Jika standar AS tidak sesuai dengan dengan standar kami, kami tidak dapat memasuki wilayah kami,” ujar Zhengfei.

Dengan memanfaatkan open source salah satu perangkat lunak terbesar yang muncul dari Huawei adalah keluarga sistem operasi HarmonyOS yang konon dapat menjalankan segalanya mulai dari smartphone hingga perangkat Internet of Things (IoT), termasuk smart TV dan smart watch. 

Huawei mengonfirmasi kepada CNBC bahwa pihaknya bermaksud untuk mengirimkan sistem operasi pada smartphone-nya pada tahun 2021. Yang terpenting, meskipun HarmonyOS saat ini adalah sumber tertutup, Huawei telah mengumumkan bahwa itu akan dirilis di bawah lisensi sumber terbuka setelah selesai.

Kecenderungan perusahaan terhadap open source tercermin dalam memo Zhengfei, yang menyerukan untuk menemukan model bisnis yang tepat untuk memastikan keberhasilan software mereka. Dilaporkan meminta karyawan untuk menyerap nutrisi melalui komunitas open source.

via Pemmzchannel