Investasi, JAKARTA – Reli harga saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (IDX: UVCR) akhirnya berbalik arah. Dalam dua hari terakhir, perusahaan teknologi dengan produk voucher diskon itu mengalami auto rejection bawah ARB.

Pada perdagangan hari ini, Kamis, 26 Agustus 2021, harga saham UVCR kembali jatuh 9,71 persen ke level Rp 474 per lembar. Mengulang hari sebelumnya yang juga longsor ARB dengan persentase kejatuhan yang sama.

Meski demikian, jika dihitung dari pelaksanaan IPO pada 27 Juli 2021 lalu di harga Rp 100 per lembar, level saham UVCR ini masih menguat 374 persen.

Saat saham mengalami ARB, pemegang saham pengendali UVCR, PT Trimegah Sumber Mas mengumumkan divestasi sebagian saham yang dimiliki di UVCR. Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh CEO UVCR Hady Kuswanto itu mengumumkan menjual saham yang dimiliki sebanyak 20 juta lembar.

BACA JUGA: Rambah Bisnis Voucher, Pieter Tanuri Genggam 30 Juta Saham UVCR

Harga penjualan oleh Trimegah Sumber Mas sebesar Rp 450 per lembar. Dengan demikian, para pendiri membukukan hasil divestasi sebesar Rp 900 juta. Tanggal transaksi penjualan saham UVCR dilakukan Trimegah Sumber Mas pada 23 Agustus 2021.

“Tujuan transaksi untuk keperluan internal perusahaan,” tulis Cynthia Novalina, Sekretaris Perusahaan dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia.

Setelah penjualan ini, maka kepemilikan Trimegah Sumber Mas turun menjadi 56,68 persen dari sebelumnya 57,68 persen. Jumlah saham yang masih dimiliki adalah 1,13 miliar lembar saham.

BACA JUGA: IPO UVCR (Trimegah Karya Pratama), Ini Profil Hady Kuswanto Pemegang Saham Pengendali

Dalam perjalanan setelah IPO ini, UVCR sendiri melakukan sejumlah aksi korporasi strategis. Perusahaan baru saja mengumumkan kerja sama dengan Bank Sinarmas.

UVCR juga menyampaikan bahwa investor kawakan Pieter Tanuari yang juga pemilik emiten BOLA menjadi pemegang saham di bawah 5 persen. Berdasar daftar pemegang saham (DPS) UVCR per 10 Agustus 2021 tercatat Pieter Tanuri memiliki 35 juta saham atau 1,75 persen.

via tempias