Baca dan share Artikel Hal Positif yang Bisa Anda Pelajari Saat Memiliki Atasan yang Buruk. Dalam memasuki dunia kerja Anda akan selalu menemukan berbagai masalah yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Mulai dari tugas pekerjaan yang terus menumpuk setiap hari, rekan kerja yang kurang menyenangkan hingga memiliki atasan yang memiliki sikap kurang baik. Nah, untuk masalah yang terakhir, biasanya ada berbagai cara yang dilakukan para pekerja dalam menghadapinya. Mulai dari menyerah dan memilih resign hingga tetap bertahan meski harus makan hati.

Hal Positif yang Bisa Anda Pelajari Saat Memiliki Atasan yang Buruk

Sebelum Anda memilih untuk angkat kaki, sebaiknya coba untuk melihat masalah ini dari sisi yang positif. Karena bisa jadi mendapat atasan yang kurang menyenangkan merupakan kesempatan yang baik untuk bisa mempelajari banyak hal, seperti 5 hal positif berikut ini.

Belajar untuk Tidak Mudah Tersinggung

Anda punya atasan yang bawel, atau mungkin kata-katanya sering nyelekit? Mungkin, maksud si bos baik. Ia ingin mendapat hasil yang bagus, tapi hal tersebut disampaikan dengan cara yang berbeda. Kalau bekerja dengan atasan tipe seperti ini, Anda bisa belajar untuk tidak mudah tersinggung dan mengambil intisarinya saja. Penting untuk tidak mudah membawa semua perkataannya ke dalam hati. Serap nasehat baik darinya dan lupakan ucapan yang kurang menyenangkan.

Belajar Bertanggung Jawab

Ada atasan yang terkadang tidak acuh dengan tanggung jawabnya. Eits, meski begitu, tetap saja dia tidak ditegur oleh si bos besar dan masih santai dengan jabatannya. Hmm, jika atasan Anda seperti ini, jangan pusing sendiri. Atasan Anda tentu punya rencana kerja yang sudah diberitahukan pada Anda, kan? Beliau mungkin tidak punya instruksi khusus dalam menjalankannya.

Nah, ambillah sisi positifnya. Anggap saja ini adalah tantangan. Anda bisa membuat rencana-rencana kecil dari rencana besar tersebut dan berbagi tugas kepada rekan kerja untuk mengerjakannya. Yah, bisa dibilang, ini persiapan untuk menjadi calon bos, deh.

Belajar Berkomunikasi dan Bernegosiasi

Punya atasan yang maunya serba detail? Apapun yang Anda lakukan tidak bisa dijabarkan secara umum, karena atasan kerap menuntut penjelasannya harus lengkap dari tiap tahapan. Bukan atasan yang buruk sih, tapi kadang karakter ini bikin jengkel. Dari atasan seperti ini, Anda bisa lho perlahan mempelajari skill berkomunikasi yang baik. Karena seiring berjalan waktu, Anda terbiasa untuk menjelaskan ide yang ada di dalam otak Anda dalam bentuk tulisan atau kata-kata. Dari tipe atasan ini juga, Anda bisa belajar untuk bernegosiasi.

Belajar Menjadi Lebih Kreatif

Kadang, ada atasan yang kurang menyenangkan diajak berdiskusi. Entah itu karena atasan kurang memahami persoalan atau memang ia tipikal yang kurang suka diajak berdiskusi. Tak usah khawatir, Anda pasti akan lebih kreatif jika bekerja dengan atasan seperti ini. Ketika tidak ada yang diajak berdiskusi, Anda pasti akan mengerahkan segala kemampuan untuk mencari ide. Tak hanya itu, Anda bisa mencoba berdiskusi dengan rekan kerja dari divisi lain. Anda jadi lebih supel, kreatif, dan bisa menambah ilmu.

Baca Juga :

Belajar untuk Memotivasi Diri Sendiri

Beda dengan bos yang bawel tapi bermaksud baik, kadang ada bos yang senang mengkritik tanpa maksud baik. Dengan kata lain, atasan Anda memang senang mengkritisi seseorangKalau Anda sering dicela berpenampilan tidak menarik atau tidak mampu bekerja dengan benar, jangan berkecil hati. Jadikan ini motivasi dan cambukan untuk menjadi orang yang lebih baik. Perhatikan penampilan Anda dan bekerja keraslah. Tanpa sadar, celaan si bos bisa mengantarkan Anda pada kesuksesan, lho.

Itulah Hal Positif yang Bisa Anda Pelajari Saat Memiliki Atasan yang Buruk, semoga kita bisa mengambil hikmahnya, dan tetap termotivasi untuk menjadi karyawan yang lebih baik.