Website – Akhir-akhir ini publik Tanah Air dihebohkan dengan pemberitaan mengenai sejumlah perusahaan berpelat merah yang melakukan ekspansi ke bisnis internet di Indonesia. Banyak yang menilai bahwa fenomena persaingan bisnis internet BUMN ini semata-mata untuk mencari cuan.

Benarkah itu? Yuk, kita temukan jawabannya lewat artikel menarik berikut ini.

Milenial tentu tidak asing lagi dengan perusahaan BUMN yakni Telkom, perusahaan ini adalah satu di antara perusahaan BUMN lainnya yang diketahui menggarap bisnis internet di Indonesia. Perusahaan Telkom bukan hanya sebagai penyedia jaringan telekomunikasi, melainkan di bisnis internet Telkom punya IndiHome.

Lalu, siapa lagi perusahaan BUMN yang diketahui terjun di bisnis internet?

Selain Telkom, ada tiga BUMN lainnya yang diketahui sudah terjun di bisnis internet yakni PLN, PGN, dan Jasa Marga.

Mungkin bagi milenial di luar sana, layanan bisnis internet dari ketiga BUMN ini kurang begitu familiar di kalangan masyarakat. Lantaran, layanan bisnis internet mereka belum banyak dikenal oleh masyarakat secara luas.

Padahal, perusahaan BUMN misalnya PLN diketahui punya bisnis internet bernama Iconnect yang baru diluncurkan pada 31 Mei 2021. Layanan internet baru milik PLN ini menggantikan layanan Stroomnet yang sudah terlebih dahulu diluncurkan sebelumnya. Bagaimana dengan PGN dan Jasa Marga?

Sama halnya dengan PLN, kedua nama BUMN ini lebih populer di mata masyarakat dibanding bisnis internet yang mereka garap. PGN yang dikenal sebagai perusahaan terbesar nasional yang bergerak di bidang transportasi dan distribusi gas, ternyata sudah menggarap bisnis internet sejak 7 tahun yang lalu lewat Gasnet.

Sedangkan, Jasa Marga yang dikenal sebagai perusahaan pengelola jalan tol. Tanpa banyak diketahui orang, ternyata juga terlibat dalam bisnis internet di Indonesia. Namun, perusahaan ini tidak langsung terjun sebagai penyedia internet tetapi hanya terlibatkan dalam menyediakan infrastruktur internet seperti fiber optik.

Dari bisnis internet BUMN yang sudah redaksi Ajaib jelaskan sebelumnya, mungkin hanya bisnis internet IndiHome saja yang bisa bersaing dengan bisnis-bisnis internet swasta lainnya di Indonesia.

Peluang Bisnis Internet di Indonesia Menjanjikan

Selama pandemi, kebutuhan penggunaan internet di masyarakat mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini dikarenakan selama pandemi pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan membatasi mobilitas masyarakat.

Salah satu kebijakan pemerintah yang menunjang pertumbuhan bisnis internet saat ini adalah pembatasan jumlah karyawan yang diperbolehkan untuk bekerja dari kantor. Sehingga, banyak perkantoran di Indonesia yang memilih untuk menerapkan WFH 100%, walaupun ada pula perkantoran yang menerapkan sistem kerja hybrida yakni memadukan antara WFH dan WFO.

Untuk mempermudah kordinasi antar karyawan di setiap departemen maupun beda departemen, setiap karyawan membutuhkan internet untuk saling terhubung satu sama lain, misalnya penggunaan internet untuk virtual meeting, penggunaan aplikasi chatting, dan email untuk melaporkan pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh karyawan.

Jadi, tak heran bila internet saat ini bukan lagi sebatas gaya hidup untuk mengakses berbagai informasi dari dunia luar. Melainkan, sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat saat ini selama pandemi.

Contohnya, penggunaan internet di masyarakat bukan hanya untuk menunjang rutinitasmu saat bekerja, tetapi internet juga banyak digunakan untuk melakukan pembayaran secara digital.

Karena kebiasaan masyarakat saat ini sudah mulai berubah dari yang dulunya masih sering menggunakan uang tunai kini sudah beralih ke pembayaran digital.

Lantas, apa yang menjadi alasan dari para BUMN untuk terjun ke bisnis internet di Indonesia? Setidaknya, ada beberapa alasan yang mendorong mengapa bisnis internet di Indonesia dianggap menjanjikan.

  • Transformasi Bisnis

Pandemi saat ini memaksa para pemilik bisnis untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk mempermudah proses bisnis. Hal ini seperti yang terjadi di dunia perbankan, di mana banyak bank yang beroperasi di Indonesia yang menutup sejumlah kantor cabangnya.

Alasan penutupun kantor cabang tersebut bukan karena mereka mengalami masalah keuangan. Melainkan, penutupan kantor cabang tersebut untuk lebih mengoptimalkan layanan digital mereka yang tentunya ditunjang dengan internet.

  • Pengguna Internet di Indonesia akan Semakin Banyak

Berdasarkan data yang dirilis oleh HootSuite dan We Are Social, pada awal Januari 2021 pengguna internet di Indonesia 202,06 juta orang atau 73,7% dari jumlah populasi masyarakat Indonesia.

Mayoritas pengguna internet di Indonesia diketahui mengakses internet lewat ponsel pintar. Pengguna internet yang mencapai 202,06 juta orang di Indonesia, membuat Indonesia  masuk ke jajaran 4 besar pengguna internet terbanyak di dunia.

Semakin banyaknya pengguna internet dari tahun ke tahun di Indonesia, hal ini tentunya bisa membawa pengaruh positif bagi perkembangan bisnis-bisnis yang berbasis internet, salah satunya adalah fintech dan e-commerce yang memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Peluang inilah yang ditangkap oleh bisnis internet BUMN saat ini, seperti Telkom, PGN, Jasa Marga, dan PLN. Walaupun ikut meramaikan persaingan bisnis internet di Indonesia, namun hal ini tidak semerta-merta langsung akan mematikan perusahaan internet lainnya.

Lantaran, kehadiran keempat BUMN besar di bisnis internet ini dapat membawa hal yang positif dari segi pelayanan dan harga. Jadi, dampak yang paling dirasakan dari banyaknya perusahaan yang bermain di sektor internet adalah pelanggan itu sendiri. Dengan banyaknya penawaran harga dan pelayanan yang lebih murah dan berkualitas.

Apakah pilihan para BUMN tersebut untuk terjun ke bisnis internet akan membuat saham mereka semakin dilirik oleh investor?

Berdasarkan pantauan redaksi Ajaib di internet, perusahaan Telkom berencana ingin berkolaborasi dengan SpaceX, perusahaan milik Elon Musk guna meningkatkan konektivitas digital hingga ke daerah pelosok Indonesia dengan memanfaatkan teknologi satelit.

Ini adalah berita positif untuk pergerakan harga saham TLKM, jika hal ini terealisasikan jaringan internet dan telepon milik Telkom bisa semakin kuat dan stabil khususnya bagi pengguna layanan Telkom di daerah-daerah pelosok Indonesia.

Bagi milenial yang ingin berinvestasi saham di perusahaan Telkom, milenial bisa berinvestasi di saham TLKM lewat aplikasi Ajaib.

via ajaib