Investasi, JAKARTA – Pendiri Northstar Group Patrick Walujo mengungkapkan setup saham paling menguntungkan yang dilakukan oleh firma investasinya sejauh ini adalah di PT Surya Esa Perkasa Tbk. (IDX: ESSA). 

Patrick menyebutkan sejak Northstar didirikan pada 2003, saham-saham yang menjanjikan keuntungan besar sudah tidak lagi banyak tersedia. Pasalnya, berdirinya Northstar sudah diujung waktu keberadaan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang banyak mengobral aset nasabah macet akibat krisis 1998. Oleh karena itu, kata dia, investasi diarahkan sesuai dengan arah ekonomi Indonesia. 

“Indonesia memulai banyak perubahan, kami memulai [Northstar] saat BPPN mau dibubarkan, Indonesia economic sudah mulai restrukturisasi. 2004-2015 itu comodity super cicle, jadi pertumbuhan ekonomi sangat baik,” kata Patrick dalam diskusi daring yang disiarkan Youtube Indonesia Investment Education (IIE), Sabtu, 28 Agustus 2021. 

BACA JUGA: Patrick S. Walujo Sebut Minyak & Gas Pengalaman Investasi Terburuk

Dia mengatakan setelah berakhirnya era komoditas, ekonomi Indonesia ditopang oleh melonjaknya konsumsi. Perkembangan manufaktur terjadi di Tanah Air. Setelahnya dalam 5 tahun terakhir perusahaan teknologi menjadi paling cepat perkembangannya. 

“Di Northstar apapun yang kami invest, apapun yang kami tanam, selalu tumbuh sangat cepat,” katanya memberi batasan. 

Dalam perjalanan panjang investasi yang dilakukan, beberapa aksi korporasi yang mengesankan bagi Patrick Walujo adalah di Adaro Energy (IDX: ADRO), Alfamart (AMRT), hingga Surya Esa Perkasa (ESSA). 

Pada kasus Adaro, Patrick menyebutkan aksi dilakukan sebelum era Northstar. Waktu desain meningkatkan kapitalisasi ADRO dibuat, harga batu bara masih 24 dolar AS per ton. Akan tetapi ketika memasuki era super cycle, harga batu bara terus naik dan membuat perusahaan menerima beberapa berkah sekaligus mulai dari tersedianya cash flow, lonjakan kapitalisasi pasar dan  meningkatnya kemampuan membayar utang. 

BACA JUGA: Main Saham Patrick Waluyo & Direksi Surya Esa (IDX: ESSA), Sinyal Masuk atau Average Down?

Bersama Northstar, investasi yang paling mengesankan adalah melakukan putaran pendanaan untuk PT Alfamart  Tbk (IDX: AMRT). Patrick melalui firma investasi terbesar di Asia Tenggara itu masuk saat toko AMRT baru 500-1.000 buah. Setelah injeksi modal dilakukan, AMRT kemudian meningkatkan ekspansi dengan membuka 5 sampai 10 toko setiap hari. Saat ini jumlah toko dalam konglomerasi AMRT telah lebih dari 20.000 toko.

Amazing growth,” katanya. 

Sedangkan investasi saham yang paling menguntungkan dalam mengelola firma investasi Northstar, Patrick menyebutkan saat mengakuisisi proyek LPG terbengkalai dari Indorama. Perusahaan yang kemudian melantai di bursa dengan nama PT Surya Esa Perkasa Tbk. (IDX: ESSA) itu diakuisisi dan tambahan investasi dengan total nilai USD 7 juta atau dengan kurs hari ini (Rp 14.313) sekitar Rp 100 miliar.

Dengan injeksi modal itu, Patrick menyebutkan direksi yang dipercaya mampu membawa perusahaan terus tumbuh. Bahkan ekspansi mendirikan pabrik baru dengan arus cash flow yang sangat kuat.  

“Investor [Northstar] tidak pernah nambah uang dari [nilai investasi] pertama kali,” katanya. 

Meski demikian, dia memastikan saat ini Northstar sudah keluar dari ESSA. Investasi yang tertinggal di saham itu saat ini adalah kepemilikannya secara pribadi dan tidak terkait Northstar.

“Secara personal saya investasi saat IPO,” katanya. 

Namun invetasi Northstar yang paling mengesankan adalah menjadi investor awal pada Gojek. Patrick menyebut saat ini Gojek memiliki 2 juta mitra pengemudi, juga melahirkan pesaing yang juga melahirkan jutaan lapangan pekerjaan baru.

BACA JUGA: Tangan Midas GIC ke Bukalapak (IDX: BUKA), Mengulang Kisah Bank Jago (IDX:ARTO) & EMTK?

Patrick yang juga menantu konglomerat TP Rachmat itu menyebutkan untuk sektor yang paling berat dalam pengalamannya berinvestasi adalah setelah akuisisi ladang minyak di Sumatera Selatan. Dia menyebutkan sektor migas ini sangat padat regulasi dan memiliki harga pokok produksi yang tinggi dibandingkan di negara lain.

via tempias