Bagi kalian para gamer sejati, membeli sebuah game original memang sebuah hal yang penting. Selain akan mendapatkan kepuasan saat bermain, kalian juga akan mendukung para pengembang dari game yang kalian cintai.

Soalnya, dalam sebuah pengakuan terbaru dari mantan petinggi Sony, Shawn Layden, ternyata dalam mengembangkan sebuah game AAA tidaklah murah. Para pengembang harus mengeluarkan uang yang sangat banyak hanya untuk membuat sebuah game saja.

Bagi kalian yang tidak tahu, Layden sudah bekerja selama 32 tahun di Sony. Dia telah menjabat sebagai Wakil Presiden Sony Computer Entertainment Europe, Presiden Sony Computer Entertainment Jepang, Presiden dan CEO Sony Computer Entertainment America, dan terakhir Presiden dan Ketua Sony Worldwide Studios, sebelum hengkang pada 2019 lalu.

Dalam sebuah pengakuan terbaru, Layden mengatakan bahwa untuk membuat game AAA di PlayStation 4, para pengembang harus menggelontorkan dana sekitar Rp1,47 triliun. Tentu saja, ini bukan sebuah nominal yang kecil.

Sedangkan untuk PlayStation 5, para pengembang harus merogoh kocek yang lebih dalam lagi. Para pengembang rata-rata menghabiskan dana hingga Rp2,85 triliun hanya untuk membuat sebuah game untuk konsol tersebut.

Melihat lonjakan tersebut, Layden mengatakan bahwa para pengembang pun harus menutup biaya pengembangan game mereka dengan meningkatkan harga game mereka rata-rata Rp147.000 per game, dimana membuat game PS5 menjadi lebih mahal dari game PS4.

“Jika kita tidak dapat menghentikan kenaikan kurva biaya, yang dapat kita lakukan hanyalah mencoba mengurangi risikonya. Itu menempatkan gamer di tempat di mana mereka diberi insentif untuk sekuel. Apa yang terjadi di sana adalah gamer berakhir dengan 3-4 silo permainan atau jenis permainan yang terus ada, dan variasi berbeda,” kata Layden.

Sayangnya, Layden tidak memberikan contoh seberapa besar studio game harus mengeluarkan uang untuk mengembangkan game di platform lain, seperti Xbox atau Switch. Tapi kemungkinan apa yang diungkapkan olehnya berlaku secara umum.

Beberapa spekulasi mengatakan bahwa biaya pembuatan game yang mahal inilah yang membuat Sony mulai menawarkan game eksklusif mereka ke platform lain, seperti komputer.

via Pemmzchannel