Investasi, JAKARTA- PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (IDX: ZYRX) mencatatkan performa kurang dibanding periode Juni 2021. Padahal pada semester 1 2021 ini, produsen komputer Tanah Air itu baru saja mendapatkan kontrak kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Senin, 30 Agustus 2021, pada semester I 2021 perusahaan hanya mencatatkan laba Rp 3,46 miliar. Sedangkan pada periode yang sama 2020 perusahaan bisa mencatatkan laba Rp35,2 miliar. 

Bila dilihat lebih jauh, penurunan laba pada tahun berjalan Zyrex disebabkan merosotnya omset perusahaan atau penjualan. Sepanjang Januari-Juni 2021 perusahaan hanya bisa mencatatkan penjualan Rp82 miliar. Sedangkan pada periode sama 2020 perusahaan bisa mencatatkan penjualan Rp162 miliar. 

Meski begitu, secara keseluruhan aset perusahaan pada semester 1/2021 ini meningkat pesat dari tahun sebelumnya. Perusahaan mencatatkan total aset tahun berjalan Rp 276 miliar, naik dari Rp 129 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Masih berdasarkan laporan keuangan perusahaan, total liabilitas jangka pendek dan panjang perusahaan adalah Rp 144 miliar. Sedangkan total ekuitas adalah Rp 132 miliar. 

Sebelumnya, Zyrex telah mengumumkan pendapat kontrak pengadaan laptop untuk kementerian pendidikan dan kebudayaan tahun ini. Kementerian di bawah pimpinan Nadiem Makarim atau biasa disapa Mas Menteri itu diperoleh melalui dua distributor perseroan. 

Pesanan pertama dari PT Intan Pariwara sebanyak 45.000 laptop. Selanjutnya, ZYRX dengan bidang usaha perakit komputer itu juga mendapatkan kontrak jual beli dari PT Dragon Computer & Communication sebanyak 120.000 unit laptop. Kedua distributor ini akan menjual kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi unit laptop yang diproduksi Zyrex. 

“Dampak penandatanganan Kontrak/Perjanjian ini memberikan tambahan pendapatan kepada Perseroan sebesar Rp 700 miliar,” ulas Evan Jordan, Sekretaris Perusahaan Zyrex, Sabtu, 14 Agustus 2021. 

Dijelaskan lebih lanjut, kontrak dari Mas Menteri itu ditandatangani pada 28 Mei 2021 dan 30 Mei 2021. Dari kedua kontrak Zyrex berpotensi mengantongi pendapatan hingga Rp 700 miliar. 

via tempias